PPDB

PPDB
Klik Sini

Header Ads

Header ADS

Antara Mimpi dan Kenyataan (Chapter 1)

    

  

     Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan bahwa “manusia itu tertidur, jika mereka mati, barulah mereka terbangun” konon beliau mendengar ini langsung dari Nabi Muhammad SAW. sebuah statement yang sangat powerfull karena menjembatani antara kesadaran kita terhadap apa yang kita kenal sebagai kenyataan dan mimpi .

    Kira-kira apa yang membedakan mimpi dan kenyataan?. jawaban mudah dan paling umum adalah ;mimpi itu tidak nyata tapi kenyataan itu sudah pasti nyata. apa iya?  

    ;nyata itu sebenarnya bagaimana? apa kita beneran tau dan bisa membedakan mana mimpi dan mana kenyataan? .misal rasa sakit kepala, itu beneran nyata kita rasakan sakitnya. tapi belum tentu kita bisa membuktikan kalau itu nyata. meskipun kita memeriksakan sakit kepala kita ke dokter, dan dokter mengatakan tidak menemukan indikasi apapun tentang sakit kepala kita, belum tentu sakit kepala kita tidak ada, toh kita beneran merasakan kalau kepala kita memang sakit. 

   Jadi, sebenarnya kita tidak terlalu bisa membedakan mana kenyataan dan mana mimpi. karena ternyata baik kenyataan maupun mimpi sebenarnya adalah pengalaman subjektif. mungkin kita hanya bisa membedakan waktunya, jika kita tidur maka itu mimpi, jika kita terbangun maka itu kenyataan. 

    nah … disini masalahnya, apa iya kita benar-benar sudah terbangun? jangan-jangan kita masih tertidur dalam mimpi? toh .. kita juga kesulitan membedakan mana kenyataan dan mana mimpi. karena keduanya kita rasakan sebagai pengalaman subjektif.  semua manusia yang kita temui, air yang kita minum, kursi tempat kita duduk.. bagaimana jika semua itu tidak nyata, tidak benar-benar ada? bagaimana jika itu semua adalah proses internal antar saraf/neuron yang terjadi dalam otak kita? proses yang sama saat kita sedang bermimpi.  

   Sensasi-sensasi “nyata” yang kita rasakan seperti meminum air, memegang benda yang terasa solid, melihat pemandangan, atau berinteraksi dengan manusia lain. semua itu hanya terjadi dalam otak kita,  ketika neuron satu berinteraksi dengan neuron lainnya . sama seperti saat kita bermimpi .  

   Pernyataan Ali bin Abi Thalib di atas barangkali dimaksudkan bahwa ternyata entah kenyataan atau mimpi itu sama saja. sama-sama proses internal antar neuron yang terjadi dalam otak. yang berbeda menurut Ali bin abi thalib  adalah nanti saat di akhirat . manusia akan benar-benar terbangun dan menyaksikan bagaimana kenyataan yang sebenarnya. Manusia akan melihat hakikat dari segala sesuatu. Termasuk apa yang mereka perbuat selama ini semua akan terasa sangat nyata. 

   Sayangnya kita belum menemukan adanya bukti atau penjelasan yang memadai tentang bagaimana kita merasakan kenyataan di akhirat nanti, apakah instrumen yang kita pakai dalam mengobservasi atau merasakan kenyataan masih sama dengan yang kita pakai saat di bumi yaitu seluruh indra pada tubuh dan otak, atau sesuatu yang sama sekali berbeda. Wallahu alam . 

   Sejauh ini kita hanya memiliki sedikit bukti tentang kenyataan yang ada di bumi.sedikit bukti itu masih sangat kurang dan masih membingungkan. apalagi jika bukti-bukti itu berskala sangat kecil seperti partikel pembentuk atom. yang masih dipertanyakan nyata atau tidaknya. bagaimana kita bisa menganggapnya nyata kalau hasil observasi mengenai atom adalah 99,98% adalah kekosongan.selebihnya adalah partikel yang bervibrasi,saling terkait dan mengorbit satu sama lain yaitu proton, neutron dan elektron. Aktivitas kolektif partikel inilah yang membentuk atom. dan segala sesuatu di bumi ini terbentuk dari atom termasuk anda dan saya. Maka tidak berlebihan jika Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa kenyataan dan mimpi itu sama saja . sama-sama tidak nyata. karena ternyata, Hal yang menyusun segala sesuatu saja (termasuk anda dan saya) masih diragukan keberadaannya,  maka dari itu sayidina Ali berasumsi bahwa hanya di akhiratlah. kita akan benar-benar terbangun dan menyaksikan hakikat dari kenyataan. 

     Kenapa sayidina Ali sampai berkata demikian. mungkin beliau resah dan lelah dalam mencari bukti dan jawaban tentang nyata atau tidaknya kehidupan di bumi. karena bukti dan jawaban yang sudah dikumpulkan manusia lebih dari 2000 tahun ini sama sekali tidak memuaskan. bahkan pernyataan-pernyataan bahwa- “kita ini nyata apa tidak. tidak ada yang tahu”  atau ”Apakah ini mimpi atau kenyataan. kita belum punya perbandingan yang pasti akan hal itu” -masih relevan sampai sekarang. 

    Apalagi jika kita sudah berhadapan dengan dunia maya dan virtual reality. semakin bingung lah kita, kenyataan itu yang mana … apakah berita dan video yang kita lihat di media sosial itu kenyataan atau hanya buatan AI. apakah Putin,Kim jong un dan Joe biden beneran main band?. atau apa benar telah terjadi skandal di parlemen?. atau apa bener tetanggaku yang kemaren beli mobil baru terseret kasus korupsi?. semua berita dan informasi ini layaknya mimpi. yang hilang gitu aja setelah kita menutup hp kita dan mulai makan mie ayam.   pertanyaannya kemudian adalah apakah berita, video, informasi yang kita lihat di media sosial itu beneran nyata? , bagaimana cara kita mengkonfirmasinya…

atau apakah kita peduli itu nyata apa tidak? 

     ;  simak pembahasan selanjutnya di chapter 2 . 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.