Kajian dan Dliyafah Bulanan
Adalah acara yang sebulan sekali digelar dalam rangka penjengukan santri oleh wali santrinya. dalam acara ini PPTQ Al Kaukab memberi satu kesempatan untuk para wali santri bertemu dengan anaknya. sekedar melepas rindu atau bertanya kabar, serta melihat perkembangan anaknya selama satu bulan terakhir. acara ini rutin diadakan di setiap minggu pertama di setiap bulannya.
Para wali santri tidak hanya bertemu dengan anaknya. tapi juga diundang untuk menghadiri kajian kitab Bulughul maram yang disampaikan langsung oleh pengasuh ponpes Dr. KH Khoirul Huda Basyir Lc, M.Si.
Kitab Bulughul Maram membahas tentang Hadits tematik yang di dalamnya memuat berbagai Hadits Rasulullah yang menjadi sumber hukum fiqih (istinbath) oleh para ulama dan ahli fikih.Sebagai rujukan utama fikih dari mazhab imam Syafi’i, kitab ini diakui secara global dan memiliki banyak terjemahan di seluruh dunia. Dalam kitab ini terdapat sekitar 1500-an Hadits yang mana Di setiap akhir habis disebutkan siapa perawi Hadits asal.
Kitab ini memasukkan berbagai hadis yang sumbernya dari berbagai rujukan utama seperti Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan At-Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan Ibnu Majah, Sunan An-Nasa’i, Musnad Ahmad dan lain sebagainya.
Ada berbagai keutamaan dan keistimewaan kitab ini karena semua hadis yang termuat menjadi pondasi fiqih. Bahkan kitab Bulughul Marom menjadi kitab perujukan Hadits terpercaya yang digunakan secara luas tanpa melihat mazhab fiqihnya.
kajian ini maksudkan untuk belajar bersama tentang agama, akhlak, serta sesekali juga belajar melafalkan Al quran dengan benar. disamping itu kegiatan kajian bulanan ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar wali santri dari berbagai daerah dan dari berbagai sektor masyarakat. berkumpul menjadi satu di masjid Al Buruj dalam naungan ketenangan suasana pondok pesantren.
Beberapa wali santri mengaku,merasakan sebuah ketenangan khas pondok pesantren saat mengunjungi anaknya di sini. seperti, lingkungan yang asri,santri yang sopan,para ustadz dan ustadzah yang murah senyum, serta segenap civitas yang bersahaja,
tentu, para santri sangat bahagia karena bisa bertemu orang tua, saudara, atau sanak famili yang kebetulan ikut. karena sudah satu bulan lamanya mereka tidak bertemu. sudah seperti hari raya saja. jika diperhatikan.. tangis haru seringkali pecah di antara mereka. hampir sama dengan tangis haru yang kita jumpai di setiap hari raya.
selain bertemu dan bercengkrama di dalam pondok. para santri juga mendapat kesempatan untuk bisa keluar pondok dengan didampingi wali santrinya. entah untuk makan siang bareng atau belanja keperluan santi. kesempatan ini dijadwalkan dari ba’da dhuhur setelah kajian kitab bulughul maram. sampai nanti jam 17:00.
setelah para santri kembali ke pondok dan para wali santri pulang ke rumah masing-masing. kegiatan pondok kembali seperti semula.
Tidak ada komentar