Kick off Sekolah Bisnis Pesantren
Kick off Sekolah Bisnis Pesantren Tahun 2024 Sukses Digelar
Bogor, 22 Agustus 2024 – Program Sekolah Bisnis Pesantren (SBP) resmi dibuka di Pondok Pesantren Al-Kaukab oleh Ustad Ahmad Tazakka, Ketua Serikat Ekonomi Pesantren Acara ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, baik dari kalangan pesantren maupun industri, serta perwakilan dari pemerintah.
Tokoh-tokoh penting yang hadir. Turun memberi sambutan-sambutan .Ustad Ahmad Tazakka, Ketua Serikat Ekonomi Pesantren, menjadi pembicara pertama yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren. Bapak Karyanto Wibowo, Sustainability Director PT. Danone Indonesia, menyusul dengan sambutannya yang menyoroti peran sektor swasta dalam mendukung pengembangan ekonomi pesantren.
Dr. KH. Khoirul Huda Basyir, Lc., M.Si., Pengasuh PPTQ Al-Kaukab, Dalam pembukaannya, menekankan bahwa Acara ini sejalan dengan visi misi Ponpes Al-Kaukab. Yang sedari awal memang selalu menggaungkan Kemandirian. baik sisi pengelolaan, menagment, penguatan ekonomi dan berbagai bisnis usaha yang sejalan juga dengan undang-undang No.18 tahun 2019 yang kurang lebih isinya adalah pesantren itu punya fungsi sebagai lembaga dakwah, lembaga pendidikan,lembaga pemberdayaan masyarakat. KH. Abdul Basyit Mahfud, Ketua RMI Kabupaten Bogor, dalam pembukaannya memberi penekanan pada selain Mempertahankan eksistensi pesantren sebagai lembaga dakwah, Pesantren juga harus memiliki Kemandirian dan memiliki Kedigdayaan, Serta menumbuhkan ekonomi pesantren.
Sambutan terakhir disampaikan oleh Bapak Dr. Basnang Said, S. Ag., M. Ag., Direktur pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, yang memberikan arahan tentang pentingnya integrasi pendidikan ekonomi dalam kurikulum pesantren.
Acara dilanjutkan dengan Kick Off Pembukaan Program Sekolah Bisnis Pesantren (SBP), yang diikuti dengan pemutaran video program sebagai pengantar. Ustad Ahmad Tazakka kemudian memaparkan tahapan program SBP, memberikan gambaran jelas mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk merealisasikan tujuan program ini.
Program digitalisasi pesantren turut disampaikan oleh Bapak Yudi, menekankan pentingnya adaptasi teknologi di era digital untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan pesantren.
Setelah jeda ISHOMA, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang literasi keuangan syariah oleh pejabat dari Bank OCBC Syariah, yang memberikan wawasan komprehensif tentang manajemen keuangan syariah di lingkungan pesantren.
Acara diakhiri dengan pembahasan rencana tindak lanjut dan penutupan, serta tour kegiatan unit usaha pesantren yang dipandu oleh panitia.
Pembukaan Program Sekolah Bisnis Pesantren ini diharapkan dapat menjadi landasan kokoh bagi pengembangan ekonomi pesantren yang mandiri, serta melahirkan santri yang cakap dan kompeten dalam bidang bisnis dan keuangan syariah
Tidak ada komentar